Cover REFLEKSI GARAM LAUT  Menemukan Potensi, Membangun Kemandirian, dan Memberdayakan Masyarakat Pesisir Melalui PPK ORMAWA

REFLEKSI GARAM LAUT Menemukan Potensi, Membangun Kemandirian, dan Memberdayakan Masyarakat Pesisir Melalui PPK ORMAWA

BUKU POPULER & UMUM

Detail Buku

Penulis: Ni Made Firda Wulandari, dkk
Halaman: 87 halaman

Spesifikasi

Ukuran: 15,5 X 23
Stok: 5 tersedia

Sinopsis

Refleksi Garam Laut adalah sebuah catatan perjalanan tentang pemberdayaan masyarakat yang lahir dari perjumpaan antara mahasiswa, masyarakat, dan potensi pesisir. Buku ini merekam proses belajar dan bergerak bersama melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) Universitas Udayana—dari mengenali potensi desa, merancang kegiatan, menghadapi berbagai keterbatasan, hingga melihat perubahan yang tumbuh dari proses pendampingan.
Laut tidak hanya menjadi ruang kehidupan, tetapi juga menyimpan beragam potensi yang dapat dikembangkan menjadi sumber nilai dan kemandirian. Melalui pengolahan limbah pemindangan menjadi pupuk organik cair, pemanfaatan sampah anorganik menjadi produk kerajinan, pengolahan hasil laut menjadi produk bernilai, serta pelatihan keterampilan bagi masyarakat, buku ini menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Ia dapat tumbuh dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar masyarakat.
Namun, perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mudah. Berbagai kendala, dinamika kelompok, keterbatasan sumber daya, proses adaptasi, hingga evaluasi menjadi bagian penting dari perjalanan yang diceritakan dalam buku ini. Setiap tantangan menjadi ruang untuk belajar bahwa keberhasilan pemberdayaan bukan hanya tentang tercapainya program, tetapi juga tentang tumbuhnya pengetahuan, keterampilan, keberanian, dan kemandirian masyarakat.
Refleksi Garam Laut bukan sekadar dokumentasi kegiatan. Buku ini adalah rekaman tentang proses, kolaborasi, kegagalan, pembelajaran, dan harapan—sebuah refleksi bahwa seperti garam yang lahir dari pertemuan antara laut, matahari, dan waktu, perubahan pun membutuhkan proses, ketekunan, dan kebersamaan.
Dari pesisir, kami belajar bahwa setiap potensi memiliki cerita. Dan dari setiap proses pemberdayaan, selalu ada jejak perubahan yang layak dikenang.